Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Komik Si Timoon - Ferdinandus Rieky (2021)

📖 Book Information

Title: Si Timoon: Timun Mas tapi Blo'on

Author: Ferdinandus Rieky

Year: 2021

Publisher: Koloni

ISBN: 9786230305498

Pages: 120

Version: paperbook

Sajian komedi-parodi dari kisah legendaris Timun Mas yang absurd dan cukup menghibur.

70/100

Sinopsis

Mbak Srini sudah lama hidup sendirian, dia kemudian membuat perjanjian dengan Buto Ijo agar diberikan seorang anak. Buto Ijo memberinya biji mentimun ajaib yang bila sudah tumbuh besar akan lahir seorang anak dari buahnya.

Tapi bagaimana kalau buah timunnya busuk? Lahirlah si Timoon.

Review

Timun Mas itu memang biasanya diceritakan adalah anak perempuan, sedengkan desain karakter milik Ferdinandus Rieky ini agak mengecoh karena lebih terasa sebagai anak laki-laki. Rambut pendek, pakai celana pendek, dan wajahnya tidak feminin sama sekali. Namun, dialog pertama antara Mbak Srini dan Timoon sudah menjawab keraguan itu, bahwa anak itu memang perempuan. Hanya saja kelihatan lebih blak-blakan karena tolol. 

Seperti pada sampul depan yang mirip kover Boku no Hero Academia, ada beberapa karakter dari cerita rakyat lokal dan Jepang. Seperti tokoh Momotaro, Gundam lalu Bawang Putih plus Keong Mas. Keong Mas sendiri jadi anak yang paling waras dengan referensi yang saya kurang tahu, tapi cukup dekat dengan Dawn dari Pokemon. 

Segi cerita sendiri agak aneh, sih. Yang mana introduksi tokoh anak-anak seperti dipaksakan dengan dilabeli kanibal karena memakan makanan dari nama mereka lalu membuat organisasi fiktif guna menguasai desa. What the hell?! Baru kemudian pasca bertemu Buto Ijo, cerita jadi cukup relevan dengan aslinya dan tentunya dipenuhi komedi lagi meme absurd kayak mainan action figure yang akhirnya cuma dirusak oleh tangan anak-anak atau banyolan kalau Mbak Srini punya IPK di atas 3,5 dan kekalahan Buto Ijo yang konyol lagi hiperbolik. 

Ada juga bab tambahan yang menampilkan gadis penjual korek dengan tema yang menyinggung kapitalisme atau sosial ekonomi, saya kira. Bayangkan saja bila gadis penjual korek bisa naik kelas berkat bantuan lewat cara yang agak kotor dari si Timun, kemudian Timun ini dibutakan oleh uang sehingga tampak keserakahannya. Kutipan yang paling menyinggung adalah, "Persetan dengan pendidikan! Yang penting itu duit! Duit yang bikin kita bisa hidup!" hingga dia ingin meledakkan sekolah. Yah, cukup relevan, bukan, dengan pembodohan masyarakat karena pemerintah mengesampingkan urusan pendidikan dan ilmu pengetahuan?

Masih ada satu lagi bab bonus, sih, tapi intinya tentang perlunya perjuangan sebelum mendapatkan sesuatu dan berbakti kepada orang tua.

Nah, hal paling tidak berguna atau hanya sebagai gimik ialah postur tubuh Bawang Putih yang terpajang di sampul. Dia tidaklah sebesar itu di sepanjang cerita.

Kesimpulan

Si Timoon: Timun Mas Tapi Blo'on cukup menghibur meski tidak 100% original. Setidaknya menjadi upaya melestarikan cerita rakyat dengan balutan budaya pop. Namun, agak disayangkan karena harga komik buatan lokal kadang lebih mahal dari karya terjemahan sehingga masih kurang terjangkau bagi sebagian orang kendati salah maksudnya yakni menghargai lebih kreator dalam negeri.

Posting Komentar untuk "Komik Si Timoon - Ferdinandus Rieky (2021)"