Memutar Ulang Waktu - Gabriella Chandra
📖 Book Information
Title: Memutar Ulang Waktu
Author: Gabriella Chandra
Year: 2015
Publisher: Gramedia Pustaka Utama
ISBN: 9786020315331
Pages: 200
Version: E-book
Memutar ulang waktu tak membuat segala menjadi lebih indah. Percayalah.
69/100
Sinopsis:
Shella kerja di bank padahal lulusan teknik kimia. Sedih dan penat dengan kehidupannya serta mendambakan pasangan yang mungkin lebih baik dari Jonathan, dia mendapatkan cara untuk memperbaiki hidup dengan kembali ke masa lalu. Eh, ternyata tidak seperti ekspektasi Shella!
Ulasan
Dapat buku elektronik ini gratis di Gramedia Digital karena iseng coba dan malas buat ke ipusnas lagi karena riwayat baca malah kayak menghilang. Ini jadi e-book tercepat selesai dan mungkin jadi satu-satunya buku terbaca di bulan Juli ini—alih-alih menuntaskan Max Myka - Three Magics dahulu.
Latar Solo Tanpa Solo
Novel setebal 200 halaman ini kebetulan berlatar di Solo, kota terkenal di utara kabupaten saya, tapi sayangnya, tidak ada ciri mencolok dari hal itu. Rasanya sedang melihat kehidupan orang Jakarta, bukan Solo yang notabene-nya wilayahnya Joko—orang Jawa. Tidak ada satu pun dialog yang menunjukkan kalau para tokoh ini orang Jawa atau campuran Jawa, seperti semuanya orang luar. Walaupun mereka kelas menengah ke atas semisal Jonathan yang dari Semarang dan mungkin saja ada tokoh Tionghoa di sini, tapi setidaknya ada satu atau dua kata yang mencirikan orang Jawa. Barang "Ho'oh" atau "Ngono" saja sudah cukup bagi saya, sehingga ada relevansinya dengan realitas.
Time Skip
Lalu, satu hal menarik dari novel ini adalah kembali ke masa lalu, tapi caranya mirip seperti film-film legenda di TV, pakai orang misterius atau mistis yang dipikir-pikir mengangetkan, agak konyol, dan amazing plus nostalgic. Dari sini, kehidupan Shella selaku karakter utama berubah, terutama soal finansial keluarga dan tentunya percintaan. Kira-kira sudah bisa nebak arah cerita dan ending-nya, ya?
Well-produced
Seperti yang sudah disebutkan di atas, gaya bahasanya pastinya ringan selayaknya novel romantis lokal pada umumnya dengan minim kesalahan—tim Gramedia, nih, Bos!
Konklusi
Yah, kendati agak konyol lihat kelakuan Shella yang fokus untuk mengejar tiga cowok di setiap masa remajanya, tetap ada beberapa poin penting yang berusaha disampaikan Gabriella, seperti alasan Tuhan tidak menyediakan fitur pengulangan waktu, perlunya sawang sinawang, dan "money is everything but can't buy everything."

Posting Komentar untuk "Memutar Ulang Waktu - Gabriella Chandra "